Kampung Tenun dan Kampung Ketupat Belum Maksimal, DPRD Samarinda Dorong Pengembangan Serius

sinarkaltim.id

Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Viktor Yuan (ist)

Samarinda – Pengembangan Kampung Tenun dan Kampung Ketupat sebagai destinasi wisata di Kota Samarinda dinilai belum maksimal. Potensi budaya, kerajinan, dan kuliner yang dimiliki kedua kawasan tersebut dinilai perlu dikembangkan secara lebih terintegrasi agar mampu menarik lebih banyak wisatawan.

Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Viktor Yuan, mengatakan Kampung Tenun memiliki daya tarik tersendiri melalui proses pembuatan Sarung Samarinda yang dapat menjadi pengalaman wisata bagi pengunjung.

Baca Juga  DPRD Nilai Penertiban Pertamini Harus Dibarengi Kepastian Usaha Masyarakat

Menurutnya, wisatawan tidak hanya dapat membeli produk kerajinan, tetapi juga melihat secara langsung proses pembuatan sarung yang menjadi salah satu identitas budaya Kota Samarinda.

“Kampung Tenun punya kekuatan dari proses pembuatan Sarung Samarinda yang bisa dilihat langsung pengunjung,” kata Viktor, Selasa (1/9/2026).

Sementara itu, Viktor menyebut Kampung Ketupat memiliki karakteristik berbeda dengan potensi kuliner khas yang berkembang di kawasan tepian Sungai Mahakam.

“Kampung Ketupat memiliki potensi kuliner khas yang berkembang di sekitar tepian Mahakam,” ujarnya.

Baca Juga  Dana Program RT di Kukar Direncanakan Naik Jadi Rp150 Juta

Ia menilai pengembangan kedua kampung wisata tersebut tidak cukup hanya melalui pembangunan fisik kawasan. Penataan lingkungan dan visual kawasan harus dibarengi dengan peningkatan kapasitas masyarakat yang terlibat langsung dalam aktivitas pariwisata.

“Kalau kita ingin serius mengembangkan wisata budaya di Samarinda, penataan visual harus berjalan bersama dengan pembinaan sumber daya manusianya. Jangan hanya kawasannya yang dibangun, tetapi masyarakatnya juga harus diperkuat,” tegasnya.

Baca Juga  Ahmad Vananzda Dukung Parkir Berlangganan, PAD Samarinda Diproyeksi Bertambah Rp200 Miliar

Viktor menambahkan, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan kampung wisata. Pembinaan pelaku usaha, pengelola destinasi, hingga penguatan promosi oleh pemerintah dinilai dapat membantu meningkatkan nilai ekonomi kawasan.

Dengan pengelolaan yang lebih terarah, Kampung Tenun dan Kampung Ketupat diharapkan tidak hanya menjadi kawasan budaya, tetapi juga mampu menjadi destinasi wisata yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. (Adv/ DPRD Samarinda)

تحميل...

Baca Juga

Bagikan:

Tinggalkan komentar