Pansus LKPJ DPRD Samarinda Soroti Kinerja Varia Niaga, Kontribusi PAD Dinilai Belum Optimal

sinarkaltim.id

Wakil Ketua Pansus LKPJ DPRD Samarinda, Abdul Rohim.

SAMARINDA – DPRD Kota Samarinda mengevaluasi kinerja Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Varia Niaga yang dinilai belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sepanjang 2025, setoran perusahaan tersebut tercatat hanya sekitar Rp500 juta, jauh dari potensi yang seharusnya bisa dicapai.

Wakil Ketua Panitia Khusus (Pansus) LKPJ DPRD Samarinda, Abdul Rohim, menegaskan capaian tersebut belum memenuhi ekspektasi. Menurutnya, dengan dukungan aset dan peluang usaha yang dimiliki, Varia Niaga seharusnya mampu menghasilkan pendapatan yang lebih signifikan.

“Dengan potensi yang ada, kontribusinya seharusnya bisa jauh lebih besar,” ujarnya, Rabu (6/5/2026).

Baca Juga  Izin Gereja Toraja Jadi Sorotan, DPRD Samarinda Minta Segera Diselesaikan

Abdul Rohim, menjelaskan bahwa, Pansus LKPJ menemukan sejumlah catatan terhadap pola pengelolaan unit usaha Varia Niaga. Salah satu yang menjadi perhatian adalah pengelolaan kawasan Teras Samarinda yang sebagian unit usahanya dikerjasamakan dengan pihak ketiga.

Skema kerja sama tersebut dinilai belum efektif dalam meningkatkan pendapatan. Pasalnya, beberapa unit usaha seperti kafe hanya memberikan bagi hasil sekitar 10 persen kepada perusahaan daerah.

Abdul Rohim menilai porsi tersebut terlalu kecil untuk memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan PAD.

“Dengan skema seperti itu, pendapatan yang diterima tentu sangat terbatas. Ini menjadi salah satu faktor rendahnya setoran,” jelasnya.

Baca Juga  Bangun Disiplin Sejak Pagi, SMPN 3 Bontang Biasakan Siswa Salat Duha dan Tadarus Sebelum Kelas

Sebagai langkah perbaikan, DPRD mendorong Varia Niaga untuk mempertimbangkan pengelolaan mandiri terhadap unit-unit usaha strategis. Opsi ini dinilai dapat meningkatkan potensi keuntungan sekaligus memperkuat kontrol terhadap operasional bisnis.

Menurut Rohim, pengelolaan langsung akan memberi fleksibilitas lebih besar dalam menentukan strategi usaha.

“Kalau dikelola sendiri, potensi keuntungannya tentu lebih besar. Ini yang akan kami dalami lebih lanjut,” katanya.

DPRD Samarinda juga berencana memanggil manajemen Varia Niaga guna meminta penjelasan terkait kebijakan kerja sama dengan pihak ketiga, termasuk dasar pertimbangan dan dampaknya terhadap kinerja perusahaan. Langkah ini menjadi bagian dari evaluasi menyeluruh untuk mendorong tata kelola perusahaan daerah yang lebih transparan, profesional, dan akuntabel.

Baca Juga  Tingkatkan Pendidikan, DPRD Samarinda Minta Guru Difasilitasi Lebih Baik

“Setiap pengelolaan aset daerah harus mampu memberikan keuntungan maksimal,” tegas Rohim.

Di akhir, ia menekankan pentingnya optimalisasi seluruh potensi ekonomi daerah melalui pengelolaan yang tepat. Varia Niaga diharapkan segera melakukan pembenahan internal agar dapat berkontribusi lebih besar terhadap peningkatan PAD.

“Tujuan akhirnya adalah memperkuat pendapatan daerah demi kesejahteraan masyarakat,” tutupnya. (*)

تحميل...

Baca Juga

Bagikan:

Tinggalkan komentar