BONTANG – Upaya meningkatkan budaya membaca di SDN 011 Bontang Selatan kini tidak lagi diposisikan sekadar sebagai program sekolah, melainkan mulai diarahkan menjadi gerakan sosial di lingkungan belajar siswa.
Di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah Khoriyatin, berbagai inisiatif literasi yang dijalankan tidak hanya menyasar kegiatan di dalam kelas, tetapi juga membangun kebiasaan membaca yang melibatkan interaksi antar siswa secara aktif.
Salah satu pendekatan yang dikembangkan adalah Senin Literasi (Serasi), di mana kegiatan belajar pada awal pekan diawali dengan sesi membaca bersama. Pola ini dirancang untuk membentuk suasana belajar yang lebih tenang, reflektif, dan fokus sebelum memasuki materi pelajaran inti.
Selain itu, sekolah juga membentuk Duta Baca yang berperan sebagai penggerak literasi di kalangan teman sebaya. Peran ini tidak hanya mendorong siswa untuk lebih dekat dengan buku, tetapi juga melatih kemampuan komunikasi dan kepemimpinan mereka dalam lingkungan sekolah.
Inovasi lain yang diterapkan adalah program Roda Baca, sebuah sistem pertukaran buku antar siswa yang memungkinkan bahan bacaan terus berputar di antara mereka. Skema ini dinilai efektif untuk mengatasi keterbatasan akses buku sekaligus memperluas ragam bacaan yang diterima siswa.
Kepala SDN 011 Bontang Selatan, Khoriyatin, menegaskan bahwa seluruh program tersebut dirancang untuk menciptakan ekosistem literasi yang hidup di sekolah, bukan hanya kegiatan seremonial.
“Yang kami bangun bukan sekadar kebiasaan membaca, tetapi ekosistem di mana anak-anak terbiasa berpikir, berdiskusi, dan saling berbagi pengetahuan,” ujarnya, Sabtu (18/4/2026).
Ia menambahkan, pendekatan literasi yang bersifat partisipatif ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa memiliki di kalangan siswa, sehingga budaya membaca dapat berkembang secara alami dan berkelanjutan.
Dengan berbagai inovasi tersebut, SDN 011 Bontang Selatan menunjukkan bahwa literasi dapat tumbuh kuat ketika dijadikan bagian dari budaya sosial sekolah, bukan hanya sekadar program pembelajaran.




