BONTANG,- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang mulai menggeser fokus program pendidikan masyarakat, dari sekadar mengejar ijazah menuju penguatan keterampilan yang langsung berdampak pada dunia kerja.
Melalui berbagai program pengembangan kompetensi, masyarakat kini tidak hanya diberi akses belajar, tetapi juga dibekali kemampuan praktis yang dapat menunjang kemandirian ekonomi.
Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, menyampaikan bahwa kursus keterampilan menjadi salah satu instrumen utama dalam meningkatkan daya saing masyarakat. Program ini dirancang fleksibel dengan pilihan kelas tatap muka maupun daring.
“Kursus kelas dan daring kami hadirkan untuk memastikan masyarakat dapat meningkatkan kompetensi secara fleksibel,” ujarnya, Jumat (17/04/2026).
Selain kursus, Disdikbud juga membuka akses pendidikan kesetaraan bagi warga usia 16 hingga 40 tahun yang belum menyelesaikan pendidikan formal. Program ini menjadi jembatan bagi masyarakat untuk tetap mendapatkan pendidikan sekaligus meningkatkan peluang kerja.
Menurutnya, pendekatan ini penting agar pendidikan tidak berhenti pada aspek akademik, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan nyata di lapangan kerja.
“Melalui program ini, kami berharap masyarakat tidak hanya mendapatkan pendidikan, tetapi juga memiliki peluang lebih besar untuk bekerja dan berusaha,” tambahnya.




