Lawan Dominasi Gadget, Perpustakaan SDN 001 Bontang Selatan Hadir Lebih Interaktif dan Digital

sinarkaltim.id

Perpustakaan SDN 001 Bontang Selatan/(Istimewa)

BONTANG – Di tengah kuatnya pengaruh gadget pada anak-anak, SDN 001 Bontang Selatan memilih cara berbeda untuk menarik minat siswa. Perpustakaan sekolah disulap menjadi ruang belajar yang interaktif, inklusif, dan berbasis digital.

Kepala SDN 001 Bontang Selatan, Novi Susyati, mengatakan bahwa perpustakaan kini tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat membaca, tetapi juga menjadi ruang yang menyenangkan bagi siswa untuk belajar dan beraktivitas.

“Perpustakaan kami sudah terakreditasi A dan layanannya sudah digital. Anak-anak meminjam buku menggunakan barcode, jadi semua tercatat otomatis,” ujarnya saat ditemui, Jumat (17/4/2026).

Baca Juga  Bangun Disiplin Sejak Pagi, SMPN 3 Bontang Biasakan Siswa Salat Duha dan Tadarus Sebelum Kelas

Menurutnya, inovasi ini menjadi strategi untuk membuat perpustakaan tetap diminati di tengah kebiasaan anak yang semakin dekat dengan teknologi.

“Kami harus berpikir bagaimana membuat perpustakaan ini disukai dan didatangi anak-anak,” katanya.

Tak hanya menghadirkan layanan digital, perpustakaan juga dilengkapi berbagai fasilitas penunjang seperti pojok inklusi untuk anak berkebutuhan khusus (ABK), area bermain bagi siswa kelas rendah, hingga ruang menonton dan perangkat pembelajaran digital.

Baca Juga  Disdikbud Kota Bontang Siapkan Rekrutmen 127 Guru pada 2026

“Kami ingin perpustakaan tidak hanya identik dengan baca tulis. Ada pojok bermain, permainan tradisional, sampai fasilitas menonton dan latihan digital,” jelasnya.

Selain itu, layanan perpustakaan tetap dibuka saat masa liburan sekolah. Langkah ini dilakukan untuk memberi alternatif kegiatan positif bagi siswa yang menghabiskan waktu di rumah.

“Walaupun libur, perpustakaan tetap buka. Supaya anak-anak yang di rumah saja tetap bisa datang, membaca, atau meminjam buku,” tambahnya.

Baca Juga  Dari Ruang Baca ke Ruang Inovasi, Perpustakaan SDN 001 Bontang Utara Tembus Akreditasi A

Dari sisi pengelolaan, sekolah juga terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Meski belum memiliki tenaga khusus lulusan perpustakaan, pihak sekolah telah mengikutsertakan pengelola dalam pelatihan hingga bersertifikat.

“Kepala perpustakaan memang idealnya lulusan S1 perpustakaan, tapi karena belum ada, kami ikutkan pelatihan sampai bersertifikat,” tutupnya.

تحميل...

Baca Juga

Bagikan:

Tinggalkan komentar