BONTANG – SMP Negeri 1 Bontang tetap membatasi jumlah penerimaan siswa baru pada Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 meski minat masyarakat terhadap sekolah tersebut diperkirakan tinggi. Sekolah memilih mempertahankan kualitas pembelajaran dibanding menambah kuota peserta didik.
Kepala SMP Negeri 1 Bontang, Riyanto, mengatakan pihaknya hanya membuka 9 rombongan belajar (rombel) dengan total daya tampung 297 siswa. Setiap kelas diisi maksimal 33 siswa agar proses belajar mengajar tetap berjalan optimal.
“Per rombel kami ajukan 33 siswa. Jadi kalau ada 9 rombel, total penerimaan sekitar 297 siswa,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).
Menurutnya, sekolah sengaja tidak menambah kuota meskipun permintaan masuk ke SMPN 1 Bontang setiap tahun cukup tinggi. Sebab, penambahan jumlah siswa dinilai berpotensi menurunkan efektivitas pembelajaran di kelas.
Ia menegaskan, setiap sekolah memiliki kondisi sarana dan prasarana yang berbeda sehingga kapasitas penerimaan tidak bisa disamaratakan.
“Kondisi antar sekolah berbeda-beda, maka kami sesuaikan dengan kapasitas ruang kelas yang tersedia,” katanya.
Riyanto menilai jumlah 33 siswa per kelas masih dalam batas ideal untuk menjaga kenyamanan belajar siswa maupun efektivitas guru dalam mengajar.
“Dengan jumlah 33 siswa, kondisi ruang kelas masih memungkinkan dan tidak terasa sempit,” pungkasnya.
Kebijakan tersebut diharapkan mampu menjaga mutu pendidikan di SMPN 1 Bontang sekaligus menciptakan suasana belajar yang lebih kondusif bagi seluruh peserta didik.




