BONTANG – SMP Negeri 1 Bontang menyatakan kesiapan mendukung pelaksanaan pendidikan inklusif dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 dengan menerima siswa berkebutuhan khusus sesuai penempatan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang.
Kepala SMPN 1 Bontang, Riyanto, mengatakan sekolah negeri memiliki komitmen untuk membuka akses pendidikan yang setara bagi seluruh peserta didik, termasuk anak berkebutuhan khusus.
Pada pelaksanaan SPMB 2026, SMPN 1 Bontang akan menerima siswa inklusi sebanyak 5 persen dari total daya tampung sekolah.
“Sekolah negeri harus menerima siswa inklusi sesuai penempatan yang telah ditentukan Disdikbud,” ujar Riyanto, Kamis (9/4/2026).
Ia menjelaskan, seluruh proses seleksi dan penetapan siswa inklusi dilakukan langsung oleh Disdikbud, sementara sekolah hanya menerima hasil penempatan yang telah ditentukan.
Menurutnya, mekanisme tersebut dilakukan agar proses pemerataan akses pendidikan inklusif dapat berjalan lebih terstruktur dan sesuai dengan domisili calon peserta didik.
“Masyarakat tetap mendaftar melalui sistem yang disiapkan Disdikbud, lalu dinas akan memetakan berdasarkan domisili untuk menentukan penempatan sekolah,” jelasnya




