BONTANG — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang memastikan tidak menerapkan sistem Work From Home (WFH) bagi para guru pada April 2026. Kebijakan ini diambil demi menjaga kualitas pembelajaran siswa tetap optimal.
Sekretaris Disdikbud Bontang, Saparuddin, menegaskan bahwa kehadiran guru di sekolah menjadi kunci agar proses belajar mengajar berjalan efektif dan tidak mengganggu capaian belajar siswa.
“Kalau guru tidak hadir di sekolah, tentu proses pembelajaran tidak akan maksimal dan itu bisa berdampak pada pemahaman siswa,” ujarnya, Selasa (7/4/2026).
Ia menjelaskan, pembelajaran tatap muka terbukti lebih efektif dibandingkan sistem daring. Berdasarkan evaluasi saat pandemi Covid-19, daya serap siswa terhadap materi pelajaran mengalami penurunan saat pembelajaran dilakukan secara online.
“Dari pengalaman sebelumnya, pembelajaran jarak jauh memang memengaruhi daya serap siswa, sehingga tatap muka tetap menjadi pilihan utama,” tambahnya.
Terlebih, saat ini siswa kelas 6 dan 9 tengah bersiap menghadapi ujian akhir, sehingga diperlukan pembelajaran yang maksimal.
“Menjelang ujian, seluruh materi harus benar-benar dipahami siswa agar hasilnya bisa optimal,” tendasnya.




