“Kemenangan Pasangan Jamil-Dava di Pemira BEM FISIP Unmul 2024: Cerminan Krisis Regenerasi Kepemimpinan dan Minat Berorganisasi”

sinarkaltim.id

Muhammad Jamil Nur (kiri) sebagai presiden BEM FISIP UNMUL terpilih dan M. Aji Davala I (kanan) Sebagai Wakil Presiden BEM FISIP Terpilih
Muhammad Jamil Nur (kiri) sebagai presiden BEM FISIP UNMUL terpilih dan M. Aji Davala I (kanan) Sebagai Wakil Presiden BEM FISIP Terpilih

Pada tanggal 26 November 2024, Pemilihan Umum Raya (Pemira) FISIP Universitas Mulawarman kembali digelar dengan hasil yang menempatkan pasangan calon (paslon) M. Jamil Nur dan M. Aji Davala Irang sebagai pemenang tunggal. Kemenangan telak atas kotak kosong ini tidak hanya mencerminkan keberhasilan paslon 01, tetapi juga mengungkap masalah struktural yang lebih mendalam, yakni krisis regenerasi kepemimpinan di internal kampus. Menilik dinamika dalam tiga tahun terakhir, Pemira BEM FISIP konsisten hanya diikuti oleh satu pasangan calon. Pada periode 2023 dan 2024, calon tunggal menjadi satu-satunya pilihan melawan kotak kosong, menghilangkan nuansa kompetitif dalam pesta demokrasi kampus.

Baca Juga  Inovasi Pembinaan Ekskul, SDN 006 Bontang Gandeng Profesional

Pasangan ini mengusung visi untuk “Menjadikan BEM FISIP Unmul Yang Sinergis Sebagai Wadah Aspiratif, Responsif, Dan Inovatif dalam Mewujudkan FISIP Yang Unggul”. Adapun 5 (lima ) misi utama mereka mencakup:

  1. Meningkatkan Solidaritas dan Sinergi di antara Mahasiswa FISIP Unmul
  2. Mewujudkan BEM FISIP Unmul sebagai Ruang Kritis dan Aspiratif Bagi Mahasiswa FISIP Unmul
  3. Terwujudnya MPM FISIP Unmul yang Sinergis dan Kontributif
  4. Advokasi Strategis dan Gerak Aksi Nyata
  5. Membangun Jejaring yang Sinergi dengan Lembaga Internal dan Eksternal Untuk Menciptakan Kolaborasi yang Berkelanjutan
Baca Juga  Dorong Ekonomi Warga, Kukar Fokus Tingkatkan Pendapatan Daerah

Dari hasil perhitungan suara, pasangan Jamil dan Dava berhasil meraih 896 suara, mengalahkan kotak kosong yang memperoleh 125 suara. Angka ini menunjukkan peningkatan partisipasi mahasiswa dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Meski demikian, kemenangan ini lebih merefleksikan kurangnya alternatif pilihan dibandingkan keberhasilan dalam menarik kepercayaan pemilih. Mahasiswa FISIP, sebagai motor pergerakan sosial, seharusnya menjadikan Pemira yang sejatinya menjadi sarana kompetisi ide dan regenerasi kepemimpinan kini justru menjadi refleksi atas stagnasi partisipasi organisasi mahasiswa, selain itu juga sebagai momentum pembelajaran demokrasi substansial, bukan sekedar rutinitas formal. Sangat disayangkan jika internal FISIP tidak mencerminkan semangat demokrasi tersebut dengan menghadirkan calon tunggal tiap tahun. Dengan kepemimpinan baru Jamil dan Dava, tanggung jawab besar ada pada mereka untuk membuktikan bahwa BEM FISIP Unmul dapat menjadi wadah aspiratif, sekaligus memantik regenerasi inklusif dan kompetitif bagi masa depan demokrasi kampus.

Baca Juga  "Banjir Kembali Rendam FKIP Unmul, BEM FKIP berikan peringatan keras" Dekanat Siapkan Solusi Jangka Panjang, Mahasiswa Desak Aksi Nyata

© Agung Juniarto

تحميل...

Baca Juga

Bagikan:

Topik

Tinggalkan komentar