Pemkab Kukar Siapkan Penanganan Pascakebakaran bagi Warga Terdampak di Tenggarong

sinarkaltim.id

Pemkab Kukar saat meninjau lapangan.
Pemkab Kukar saat meninjau lapangan.

KUTAI KARTANEGARA — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) menyiapkan penanganan pascakebakaran bagi warga terdampak di Jalan AM Alimuddin, Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong.

Langkah tersebut dilakukan setelah Pemkab Kukar bersama jajaran terkait meninjau lokasi kebakaran, Selasa (6/10/2026). Selain menyalurkan bantuan awal, pemerintah daerah melakukan pendataan kebutuhan warga serta menyiapkan dukungan untuk pemulihan kondisi masyarakat terdampak.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kukar, Akhmad Taufik Hidayat, mengatakan kehadiran pemerintah di lokasi merupakan bagian dari upaya memberikan dukungan langsung kepada warga yang mengalami musibah.

“Kehadiran Pemkab ini merupakan bagian penting untuk memberikan dukungan moral, semangat, dan sedikit bantuan yang mudah-mudahan dapat memberikan keringanan bagi warga dalam beberapa hari ke depan,” jelasnya.

Baca Juga  DPRD Samarinda Soroti Data Pedagang dan Pembagian Kios Pasar Pagi

Penanganan warga terdampak melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) dan lembaga terkait. Dinas Sosial, BPBD, Baznas dan PMI dilibatkan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan dasar warga.

Pemkab Kukar juga memberikan perhatian terhadap dokumen kependudukan warga yang hilang atau rusak akibat kebakaran. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kukar disiapkan untuk membantu proses penerbitan kembali dokumen identitas.

“Kalau ada dokumen identitas atau administrasi yang terbakar, jangan khawatir. Dari Capil siap menindaklanjuti dan membantu kebutuhan identitas warga,” ungkap Taufik.

Selain kebutuhan dasar dan administrasi kependudukan, pemerintah daerah menyiapkan alternatif tempat tinggal sementara apabila warga membutuhkan lokasi pengungsian. Sejumlah fasilitas telah disiapkan, termasuk lokasi yang ditawarkan pihak Muhammadiyah.

Sementara itu, Lurah Melayu Muhammad Hafiz mengatakan pendataan sementara di Posko Keluarga Melayu menunjukkan kebakaran di RT 33 berdampak terhadap 50 kepala keluarga atau 151 jiwa.

Baca Juga  Warga Sebulu Tagih Kelanjutan Proyek Jembatan Penghubung Antar-Kecamatan

“Berdasarkan data yang kami himpun di Posko Keluarga Melayu, jumlah kepala keluarga terdampak saat ini ada 50 KK, terdiri dari 151 jiwa,” ujarnya.

Dari jumlah tersebut, tercatat tiga anak belum bersekolah, 16 orang tingkat SD, empat orang SMP, delapan orang SMA dan 10 mahasiswa.

Untuk bangunan, sementara tercatat 27 rumah pribadi terdampak. Pendataan masih berlangsung, khususnya terhadap rumah sewaan dan kontrakan, sehingga jumlah tersebut masih dapat berubah.

“Perkiraan sementara sekitar 50 rumah, jika digabung antara rumah pribadi dan rumah sewaan,” jelasnya.

Hafiz menyebut sekitar 70 persen bangunan di RT 33 diperkirakan merupakan rumah kontrakan, sedangkan sisanya merupakan rumah pribadi.

Baca Juga  Gerakan Pangan Murah, Solusi Penting Kendalikan Harga dan Dukung Masyarakat

Kebakaran tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Seorang warga lanjut usia sempat dibawa ke rumah sakit setelah mengalami sesak napas yang diduga akibat paparan asap.

Untuk penanganan berikutnya, kelurahan bersama instansi terkait menyiapkan dapur umum dan logistik bagi warga terdampak. Pendataan dokumen penting juga terus dilakukan untuk mempercepat pemulihan administrasi masyarakat.

Sebagian warga saat ini masih mengungsi di rumah keluarga, kerabat dan tetangga. Masjid Muhammadiyah, TK dan BPU Balai Kelurahan Melayu disiapkan sebagai tempat pengungsian sementara apabila diperlukan.

“Kami akan bekerja secara taktis dengan berkoordinasi bersama institusi terkait. Kami juga akan menghimpun warga yang terdampak, terutama administrasi atau dokumen penting yang hilang,” pungkas Hafiz. (Adv/kr)

تحميل...

Baca Juga

Bagikan:

Tinggalkan komentar