Kualitas Udara Samarinda Terdampak Karhutla dan Kekeringan, DPRD Minta Warga Waspada

sinarkaltim.id

Kondisi Kabut Kota Samarinda saat di selimuti kabut asap (ist)

Samarinda – Kondisi udara di Kota Samarinda menjadi perhatian menyusul dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta musim kering yang berlangsung dalam waktu cukup lama. Kualitas udara yang menurun dikhawatirkan dapat memengaruhi kesehatan warga, khususnya apabila masyarakat terus terpapar udara dengan kondisi kurang sehat dalam jangka panjang.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Novan Syahronny Pasie, mengungkapkan bahwa kualitas udara di beberapa kawasan Samarinda telah berada pada level yang harus mendapat perhatian.

“Sudah tembus 100 µg/m³ masuk kategori tidak sehat, dan kondisi tersebut cukup mengkhawatirkan,” kata Novan, Senin (7/9/2026).

Namun, ia menyampaikan bahwa kondisi udara di Samarinda tidak sama pada setiap wilayah. Ada beberapa kecamatan yang kualitas udaranya tercatat kurang baik, sedangkan kawasan lainnya masih menunjukkan kondisi yang relatif baik.

Baca Juga  Dispora Kaltim Upayakan Pengalihan Minat Generasi Muda dari Gadget ke Aktivitas Positif

“Samarinda memang ada beberapa kecamatan yang kurang baik kondisi udaranya, ada juga yang masih bagus. Kita minta dinas terkait perlu melihat perkembangan kondisi setiap harinya,” ujarnya.

Menurut Novan, data mengenai kualitas udara perlu diperbarui dan dipantau secara rutin. Dengan pemantauan tersebut, pemerintah dapat menyesuaikan kebijakan dan langkah penanganan berdasarkan situasi masing-masing wilayah. Hal itu dinilai penting karena perubahan cuaca serta asap akibat karhutla dapat membuat kondisi udara berubah dari waktu ke waktu.

Baca Juga  Dorong UMKM Kukar Naik Kelas, Diskop UKM Fokus pada Sertifikasi dan Inovasi

Ia menambahkan, masyarakat yang terus terpapar udara dengan kualitas buruk berpotensi mengalami berbagai gangguan kesehatan. Salah satu dampak yang perlu diantisipasi adalah masalah pada saluran pernapasan, termasuk Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Untuk itu, Novan meminta masyarakat tidak menunggu sampai muncul keluhan kesehatan sebelum melakukan perlindungan diri. Kewaspadaan, khususnya saat melakukan kegiatan di luar rumah, perlu ditingkatkan sejak kondisi udara mulai memburuk.

“Jangan sampai sudah merasakan gejalanya, baru menggunakan masker. Kita perlu antisipasi lebih dulu karena kondisi udara kita tidak menentu,” katanya.

Perhatian juga diberikan terhadap kegiatan belajar mengajar. Novan meminta Dinas Pendidikan (Disdik) Samarinda menyesuaikan metode pembelajaran apabila kondisi udara berada pada tingkat yang tidak baik. Aktivitas yang mengharuskan siswa berada di luar ruangan dinilai perlu dikurangi atau dialihkan.

Baca Juga  DPRD Samarinda Soroti Minimnya Anggaran BNNK di Tengah Maraknya Kasus Narkotika

“Disdik diminta untuk melakukan pembelajaran yang sifatnya tidak berinteraksi di luar ruangan atau dari rumah, ketika kualitas udara tidak baik,” tegasnya.

Ia berharap berbagai langkah antisipasi tersebut dapat membantu mengurangi risiko paparan udara tidak sehat bagi masyarakat. Perlindungan terhadap kelompok rentan, terutama anak-anak, dinilai perlu menjadi perhatian selama kualitas udara di Samarinda belum kembali stabil. (Adv/ DPRD Samarinda)

تحميل...

Baca Juga

Bagikan:

Topik

Tinggalkan komentar