KUTAI KARTANEGARA — Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Kartanegara (Kukar) menyiapkan pola regenerasi pelaku ekonomi kreatif (ekraf) dengan memperluas pembinaan hingga lingkungan pendidikan.
Upaya tersebut akan dikembangkan melalui program Ekraf Goes to School yang ditargetkan mulai berjalan pada 2027. Program ini menyasar pelajar hingga mahasiswa untuk mengenalkan subsektor ekraf sekaligus membuka ruang bagi mereka mengembangkan kemampuan sesuai potensi masing-masing.
Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dispar Kukar, Zikri Umulda, mengatakan pengenalan sejak usia sekolah menjadi salah satu langkah untuk menemukan dan mengembangkan talenta baru di sektor ekonomi kreatif.
Sejumlah bidang akan diperkenalkan melalui program tersebut, di antaranya film, fotografi, musik dan komedi.
Melalui pendekatan tersebut, Dispar Kukar ingin agar potensi generasi muda dapat dikenali lebih awal dan diarahkan melalui proses pembinaan yang sesuai dengan minat serta kemampuan mereka.
“Pengembangan ekraf tidak hanya bagaimana kita memberikan ruang kepada pelaku yang sudah ada, tetapi juga bagaimana kita menyiapkan regenerasinya. Karena itu, Ekraf Goes to School kita siapkan untuk membuka akses bagi pelajar dan mahasiswa mengenal subsektor ekraf,” ujar Zikri.
Selain membangun jalur regenerasi, Dispar Kukar juga menyiapkan pendampingan bagi komunitas yang telah menjalankan aktivitas secara mandiri.
Salah satunya komunitas Stand Up Comedy Tenggarong yang selama ini konsisten menggelar kegiatan meski belum memperoleh dukungan dana dari APBD.
“Mereka mau tumbuh dan berkembang secara mandiri, dan itu tentu mendapat apresiasi dari kami. Ke depan, kami akan menyiapkan beberapa skema pendampingan,” ujar Zikri.
Untuk pengembangan stand-up comedy, salah satu bentuk pendampingan yang disiapkan yakni menghadirkan mentor dari komunitas Stand Up Samarinda. Pembinaan tersebut diarahkan untuk membantu komika mengembangkan materi dan meningkatkan kesiapan ketika tampil di hadapan publik.
Menurut Zikri, penguatan kualitas pelaku ekraf tidak cukup hanya dengan menyediakan ruang tampil. Proses pembinaan dan peningkatan kapasitas juga diperlukan agar talenta yang berkembang memiliki kemampuan yang lebih matang.
Di tingkat komunitas, Ketua Stand Up Comedy Tenggarong, Muhammad Zakaria Al Fazri, mengatakan proses pengembangan anggota dilakukan melalui latihan dan panggung terbuka yang digelar secara rutin.
Komunitas tersebut menggelar open mic setiap Rabu malam mulai pukul 19.30 WITA. Kegiatan itu terbuka bagi masyarakat yang ingin belajar public speaking maupun mengembangkan kemampuan komedi.
“Dalam tiga bulan terakhir ada sekitar 14 orang yang terdaftar, dan progresnya sangat baik. Komika baru yang bergabung bahkan sudah mampu membawakan materi durasi lima menit yang menghibur,” kata Zakaria.
Menurutnya, konsistensi latihan membantu anggota baru meningkatkan kemampuan sekaligus membangun keberanian tampil di depan publik.
Zakaria berharap pendampingan dari pemerintah daerah dapat memperluas perkembangan stand-up comedy di Kukar, termasuk membuka peluang munculnya komunitas dan talenta baru di kecamatan lain.
Dengan pola tersebut, pengembangan ekraf Kukar diarahkan berjalan dari dua sisi. Ekraf Goes to School menjadi jalur untuk menemukan dan membina talenta baru sejak lingkungan pendidikan, sementara komunitas yang telah aktif mendapat pendampingan untuk meningkatkan kapasitas dan keberlanjutan pelakunya. (Adv/kr)



