Ronal Stephen Soroti Kabel Semrawut di Samarinda, Dorong Penataan Utilitas Bawah Tanah

sinarkaltim.id

Ilustrasi Kabel Semerawut di Kota Samarinda (ist)

SAMARINDA – Maraknya kabel listrik dan telekomunikasi yang menjuntai serta semrawut di sejumlah kawasan Kota Samarinda mendapat perhatian dari Sekretaris Komisi I DPRD Kota Samarinda, Ronal Stephen Lonteng. Ia menilai kondisi tersebut tidak hanya merusak estetika kota, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat akibat risiko gangguan jaringan hingga korsleting listrik.

Sorotan tersebut disampaikan Ronal menyusul banyaknya kabel yang terlihat melintang di jalan utama maupun masuk ke kawasan permukiman, khususnya di wilayah Karang Asam Ulu dan Kecamatan Sungai Kunjang.

Menurutnya, kondisi perkabelan yang tidak tertata membuat wajah kota terlihat kurang rapi dan tidak mencerminkan kawasan perkotaan yang nyaman serta ramah lingkungan.

“Kalau kita lihat hari ini, kondisi perkabelan di beberapa titik memang sangat memprihatinkan. Secara estetika lingkungan sudah tidak mencerminkan kota yang tertata rapi dan ramah lingkungan karena terlalu banyak kabel yang semrawut. Selain itu, ini juga berbahaya karena bisa memicu korsleting listrik yang tentu dapat mengancam keselamatan masyarakat,” ujarnya, Kamis (28/5/2026).

Baca Juga  Komisi I DPRD Samarinda Dorong Penyederhanaan Izin Reklame untuk Maksimalkan PAD

Ronal menegaskan bahwa keberadaan jaringan utilitas, baik listrik maupun telekomunikasi, seharusnya tetap memperhatikan aspek tata ruang, keamanan, dan keindahan kota. Namun, ia menilai pengawasan terhadap pemasangan jaringan tersebut masih belum maksimal.

Akibatnya, sejumlah pembangunan jaringan kabel dan tiang utilitas terkesan dilakukan tanpa mempertimbangkan dampak terhadap lingkungan sekitar maupun kenyamanan warga.

Baca Juga  SDN 011 Bontang Selatan Jadikan Kegiatan Keagamaan Sarana Perkuat Toleransi dan Karakter Siswa

Karena itu, ia meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, seperti Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) serta instansi yang membidangi tata ruang, untuk lebih aktif melakukan pengawasan terhadap pembangunan jaringan utilitas di Kota Samarinda.

“Jangan sampai ini dibiarkan begitu saja karena terkesan tidak ada pengawasan yang ketat. Akibatnya, pembangunan jaringan kabel maupun tiang dilakukan seenaknya, bahkan sampai masuk ke gang-gang permukiman,” katanya.

Selain pengawasan yang lebih ketat, Ronal juga mendorong Pemerintah Kota Samarinda untuk mulai menyusun regulasi khusus mengenai penataan jaringan utilitas di kawasan perkotaan.

Salah satu solusi yang ia usulkan adalah penerapan sistem jaringan kabel bawah tanah, baik untuk jaringan listrik maupun telekomunikasi. Menurutnya, konsep tersebut dapat menjadi langkah jangka panjang dalam menciptakan kota yang lebih tertata sekaligus mengurangi risiko kecelakaan akibat kabel yang semrawut.

Baca Juga  “Kemenangan Pasangan Jamil-Dava di Pemira BEM FISIP Unmul 2024: Cerminan Krisis Regenerasi Kepemimpinan dan Minat Berorganisasi”

“Kita ini daerah perkotaan, jadi estetika lingkungan juga harus dijaga. Ke depan, saya mendorong agar sistem perkabelan listrik maupun telekomunikasi diarahkan menggunakan jaringan bawah tanah agar kota terlihat lebih tertata, aman, dan nyaman bagi masyarakat,” tegasnya.

Ia berharap persoalan kabel semrawut yang masih ditemukan di berbagai wilayah Samarinda dapat segera ditangani secara serius melalui kolaborasi pemerintah daerah, penyedia layanan utilitas, dan instansi terkait, sehingga tercipta lingkungan perkotaan yang lebih aman, tertib, dan nyaman bagi masyarakat.

تحميل...

Baca Juga

Bagikan:

Tinggalkan komentar