Kepala Disdikbud Bontang Ajak Warga Manfaatkan SKB, Tegaskan Pendidikan Gratis dan Inklusif

sinarkaltim.id

Kepala Disdikbud Bontang Abdu Safa Muha/(Istimewa)

BONTANG ,— Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) Paket B di SPNF SKB Kota Bontang mendapat apresiasi dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang, Abdul Safa Muha.

Dalam penyampaian pesan dan kesannya, ia memberikan penghargaan kepada jajaran SPNF SKB, mulai dari kepala hingga para pamong belajar yang dinilai konsisten mengabdi untuk masyarakat melalui jalur pendidikan non-formal.

“Saya menyampaikan penghargaan dan apresiasi kepada kepala SKB beserta bapak ibu pamong yang tidak henti-hentinya mengabdi untuk masyarakat,” ujarnya, Sabtu (18/4/2026)

Baca Juga  Resmikan Gedung Baru SMPN 6 Muara Muntai, Edi Damansyah Tegaskan Pentingnya Kolaborasi dan Beasiswa

Ia juga menyoroti pelaksanaan TKA Paket B yang berlangsung dalam dua hari terakhir sebagai bagian dari upaya memastikan mutu pendidikan kesetaraan tetap terjaga.

Menurutnya, tingginya angka anak usia sekolah menjadi tantangan tersendiri yang harus direspons dengan solusi konkret, salah satunya melalui optimalisasi peran SKB.

“Solusinya adalah menyekolahkan anak-anak di SKB. Di sini tidak ada pungutan, gratis sepenuhnya,” tegasnya.

Baca Juga  Cegah Peredaran Narkotika di Lingkungan Sekolah; Disdikbud Kolaborasi dengan BNN

Ia pun mengingatkan para peserta didik Paket B agar tidak berhenti sampai di jenjang tersebut, melainkan melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi, baik formal maupun non-formal.

Lebih luas, ia mengajak seluruh masyarakat untuk memastikan tidak ada anak yang putus sekolah. Pemerintah, kata dia, telah membuka akses pendidikan seluas-luasnya melalui berbagai jalur.

Baca Juga  Anggaran Rp50 Juta Digelontorkan, Dispora Kukar Prioritaskan Program Kepemudaan Tingkat Kecamatan Bersama KNPI

“Jangan sampai ada anak kita yang tidak sekolah. Pemerintah sudah memberikan akses, baik formal maupun non-formal,” tambahnya.

Ia menggambarkan SKB bukan hanya sebagai tempat belajar, tetapi juga ruang kebersamaan yang membangun nilai kekeluargaan.

“Mari datang sebagai rekan, berkumpul sebagai keluarga, dan pulang sebagai saudara,” tutupnya.

تحميل...

Baca Juga

Bagikan:

Tinggalkan komentar