BONTANG —Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bontang mendorong agar setiap sekolah mampu menyisipkan materi ajar demi pembentukan karakter pelajar.
Menurutnya, pendekatan berbasis agama mampu menanamkan kesadaran untuk berakhlak baik, serta toleran dalam aktivitas sosial di sekolah maupun di rumah.
Kepala Disdikbud Bontang Abdu Safa Muha menilai program, ini bisa mempertebal ketakwaan peserta didik terhadap tuhan yang maha esa. Semisal untuk program tadarus dan shalat Dhuha bagi umat muslim.
Kemudian bagi yang non muslim pihak sekolah diminta mengatur jadwal paling tidak sepekan sekali untuk bisa dibimbing sesuai dengan keyakinan mereka.
“Meski dalam ruang belajar ada materi Agama. Tapi kerohanian ini bentuk praktik peserta didik dalam memaknai ketakwaan,” ucap Abdu Safa Muha pada Rabu (15/4/2026).
Lebih lanjut, peserta didik bisa di disiplinkan dengan menggunakan cara pendekatan agama. Melalui agama para murid busa belajar tentang arti toleransi.
Sikap toleransi ini akan menangkal praktik bullying di lingkungan sekolah. Termasuk kenakalan remaja juga visa ditekan melalui program kerohanian.
“Anak di sekolah memang musti diatur dan di disiplinkan. Ini tugas berat tapi harus dijalankan,” pungkasnya.




