Bontang — SMP Negeri 3 Bontang mengambil langkah agresif dalam ajang Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N) 2026. Sekolah ini tidak hanya ikut serta, tetapi mengirim perwakilan di hampir seluruh cabang lomba yang tersedia.
Strategi tersebut dilakukan untuk membuka ruang seluas mungkin bagi siswa dalam menampilkan bakat seni, baik di bidang pertunjukan maupun seni rupa. Mulai dari tari kreasi, musik tradisional, ansambel musik, hingga ilustrasi, semuanya diisi oleh peserta dari sekolah ini.
Kepala SMP Negeri 3 Bontang, Mukono, mengatakan pihaknya sengaja tidak membatasi pilihan cabang agar lebih banyak siswa mendapat pengalaman kompetisi.
“Kami ikut hampir semua cabang. Jadi bukan hanya fokus di satu atau dua bidang saja,” ujarnya, Senin (6/4/2026).
Untuk cabang pantomim, sekolah bahkan menyiapkan dua siswa sebagai perwakilan. Pola yang sama juga diterapkan pada cabang lain, dengan komposisi peserta yang disesuaikan ketentuan lomba.
Menurutnya, keikutsertaan menyeluruh ini bukan semata mengejar prestasi, tetapi juga sebagai sarana pembinaan karakter. Siswa dilatih rutin sebelum lomba agar lebih siap, sekaligus meningkatkan kreativitas dan rasa percaya diri.
Dengan pendekatan tersebut, FLS3N dimanfaatkan bukan hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi juga proses pembelajaran di luar kelas bagi para siswa.




