Sinarkaltim.id, KUTAI KARTANEGARA – Masyarakat Kelurahan Sukarame, Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara, kini berada di garis depan pembangunan ekonomi lokal.
Lewat berbagai program pemberdayaan, kelompok ibu-ibu PKK dan Posyandu hingga pemuda setempat didorong untuk lebih aktif mengembangkan usaha mikro.
Lurah Sukarame, Muhammad Zulkifli menyebutkan bahwa pelatihan UMKM menjadi fokus utama tahun ini.
Pelatihan tersebut difokuskan untuk kelompok ibu-ibu sebagai bentuk dukungan terhadap pertumbuhan usaha kecil dan menengah di lingkungan kelurahan.
“Kami fasilitasi kegiatan ini sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam mendorong pertumbuhan usaha kecil menengah di tingkat kelurahan,” ujar Zulkifli.
Tak hanya menyasar kaum ibu, program pemberdayaan juga menyentuh kalangan muda. Melalui alokasi anggaran RT Rp50 juta, para pemuda didorong mengembangkan keterampilan kewirausahaan sebagai langkah membangun kemandirian ekonomi.
“Kita coba tingkatkan peran pemuda untuk mengembangkan skill yang mendukung UMKM. Ini penting untuk membangun kemandirian ekonomi generasi ke depan,” tambahnya.
Selain pemberdayaan ekonomi, infrastruktur juga menjadi perhatian. Kelurahan Sukarame menyeimbangkan pengembangan sosial dengan pembangunan fisik seperti gang-gang kecil guna menunjang mobilitas dan keterhubungan antarwilayah.
“Kami menyeimbangkan program pemberdayaan dengan pembangunan fisik, seperti gang kecil yang menunjang aksesibilitas warga. Ini bagian dari upaya memperkuat keterhubungan antarwilayah di lingkungan kami,” jelas Zulkifli.
Kelurahan Sukarame yang terdiri atas 13 RT dan lebih dari 3.000 jiwa ini dinilai memiliki potensi besar dalam menciptakan wilayah produktif dan berdaya saing, terlebih berada di pusat kota Tenggarong.




